Tips Menulis Buku Nonfiksi untuk Pemula

Buku non fiksi jelas beda dengan buku fiksi yang berisi imajinasi penulis. Sebuah buku nonfiksi harus berdasarkan kondisi nyata di kehidupan masyarakat. Anda bisa memberi banyak manfaat kepada masyarakat ketika akhirnya bisa menulis buku nonfiksi ini.

Bagaimana jika Anda merasa punya kemampuan menulis yang mumpuni tapi tidak tahu harus berbuat apa untuk bisa menulis buku nonfiksi pertama Anda? Bagaimana jika Anda merasa diri sebagai penulis pemula yang tidak percaya diri menulis buku?

Tentukan Tujuan Menulis Buku

Apa tujuan Anda saat ingin menulis buku? Apakah ingin meningkatkan reputasi, mendukung perkembangan bisnis Anda, atau menjadi tambahan pemasukan?

Anda sudah harus tahu sejak awal tujuan menulis buku tersebut. Tujuan ini akan mengarahkan Anda untuk menulis buku tentang apa.

Misalkan saja Anda adalah ahli dalam bidang keuangan, maka bisa menulis buku soal mengatur keuangan agar gaji tidak cepat habis.

Jaga terus tujuan Anda dalam menulis buku ini saat menurunkannya menjadi sebuah tema. Dengan memahami tujuan Anda menulis buku, maka Anda akan selalu berada di jalur yang benar untuk menyelesaikan rencana ini.

Brainstorming Ide Buku

Langkah selanjutnya untuk bisa menulis buku nonfiksi pertama adalah melakukan brainstorming. Tulis semua ide buku yang muncul dalam pikiran Anda. Tapi pastikan semua ide tersebut memang sesuai dengan tujuan yang sudah Anda tetapkan.

Jika mengalami hambatan dalam memunculkan ide, coba jawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa bidang yang menjadi keahlian Anda?
  • Tantangan apa saja yang mampu Anda lalui?
  • Cerita atau pengalaman menarik apa yang ingin Anda bagi?
  • Apa yang menjadi passion (hasrat) terbesar yang Anda capai di masa lalu atau saat ini?

Setelah mendapatkan sejumlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, pilih 3 atau empat ide buku yang dirasa bisa mendukung tujuan Anda menulis buku nonfiksi ini.

Ingat, Anda akan lebih mudah menulis sebuah buku jika Anda menyukai topik tersebut atau memang tertarik mendalaminya.

Persempit Topik

Jika sudah mendapat 3 hingga 4 topik, pilih satu topik dan sempitkan menjadi tema yang spesifik. Cara ini akan membuat tema tersebut menjadi lebih dalam dan penuh detail. Karena pembaca akan lebih menyukai buku yang membahas tuntas satu tema.

Sebagai contoh, daripada Anda menulis buku penyelesaian masalah-masalah hubungan, Anda mungkin lebih baik menulis buku dengan tema mengatasi masalah finansial dalam pernikahan.

Contoh lain, daripada Anda menulis buku tentang cara membangun bisnis online, lebih baik jika Anda menulis cara membuat blog di WordPress self-hosting.

Pembaca akan lebih tertarik dengan tema yang lebih spesifik dan tindakan-tindakan yang terukur, bukan hanya memberikan sejumlah ide menarik tapi tak dibahas mendalam.

Lagipula, sebuah buku yang bisa dibaca dengan cepat akan memberi manfaat lebih besar kepada pembaca. Terutama bagi mereka yang tidak punya banyak waktu untuk menghabiskan satu buku yang berisi ratusan halaman.

Buat Kerangka Buku

Setelah mendapatkan tema yang kuat untuk diangkat sebagai buku, tahap selanjutnya adalah mulai membuat kerangka buku. Sedikit tips untuk membuat kerangka buku nonfiksi adalah mulai dari belakang.

Dengan memulai dari belakang maka Anda sudah menentukan apa yang ingin pembaca dapatkan setelah membaca buku Anda. Selanjutnya, susun bab demi bab yang akan mengarah pada akhir yang sudah ditetapkan.

Untuk sebuah buku nonfiksi, satu bab atau chapter bisa berdiri sendiri. Namun akan lebih baik jika punya benang merah yang menghubungkan setiap bab menuju akhir cerita yang Anda inginkan.