Gaji Naik di Awal Tahun? Awas, Jangan Buru-buru Lakukan 3 Hal Ini

  • Whatsapp
Gaji Naik

Bagi karyawan kantoran, kenaikan gaji di awal tahun mungkin adalah hal yang paling ditunggu. Setelah lelah menggempur performa kerja di tahun lalu, kini saatnya memetik hasil! Sambil menunggu keputusan besaran persentase kenaikan gaji, mungkin kamu sudah kepikiran, mau dipakai buat apa aja ya kalau nanti naik gaji?

Mau traktir temen? Makan-makan di kafe sama pacar? Beli HP baru? Nah, apa pun itu, sebenarnya sah-sah saja merayakan kenaikan gaji setelah lama bekerja keras. Namun, perayaan yang berlebihan, bisa membuat kamu terlena, lho. Selain itu, bisa juga terbentuk ilusi bahwa kamu telah memiliki ‘banyak uang’.

Padahal, pada dasarnya, selain karena apresiasi atas performa kerja, kenaikan gaji juga idealnya menjadi keharusan karena sejalan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional setiap tahunnya. Maka artinya, gaji naik, kebutuhan naik, harga-harga juga akan cenderung naik. Maka dari itulah, supaya nggak tenggelam dalam ilusi dan bisa adaptasi bertahap dengan gaji baru, jangan buru-buru lakukan 3 hal ini sesaat setelah naik gaji ya.

Meningkatkan gaya hidup

Dari yang awalnya bawa bekal atau makan makanan warteg atau warung Padang, setelah naik gaji jadi pindah makan ke mal. Dari yang awalnya cuma bisa hangout satu minggu sekali, jadi tiap hari setelah pulang kerja selalu nongkrong di kafe dan mengiyakan semua ajakan teman. Melakukan hal-hal yang kualitasnya satu level di atas kebiasaan kita sebelumnya mungkin memang menyenangkan. Kondisi ini secara psikologis disebut sebagai hedonic treadmill di mana kamu akan selalu merasa nggak puas dengan apa yang dimiliki, apalagi seiring dengan gaji yang naik, ekspektasi kebahagiaan dan kenyamananmu juga akan naik.

Namun yang perlu disadari, seiring dengan naiknya gaji, kebutuhan dan harga-harga juga akan meningkat. Kalau ditambah dengan gaya hidup yang juga meningkat, maka meski gaji naik tetep aja bakal berasa numpang lewat, lho! Boleh aja senang-senang sehabis naik gaji, tapi jangan sampai keterusan apalagi nggak pakai hitung-hitungan ya.

Mengambil cicilan baru atau pinjaman dana dalam jumlah besar

Saat mengalami kenaikan gaji, mungkin kamu akan merasa bahwa rekeningmu akan terasa lebih “longgar” sehingga berpikir untuk mengambil cicilan baru atau pinjaman dana dalam jumlah besar untuk kebutuhan tertentu. Padahal, mungkin saja cicilan yang lama masih banyak dan belum selesai. Menambah cicilan baru secara impulsif sesaat baru naik gaji, selain bisa menambah beban keuangan secara drastis, juga bisa membuat skor kreditmu jadi buruk lho. Apalagi kalau kamu memiliki beberapa cicilan yang berjalan dalam waktu bersamaan sekaligus.

Bagaimana kalau kondisinya butuh dana untuk kebutuhan penting seperti renovasi rumah atau tambahan biaya pernikahan? Maka, coba hitung dulu jumlah angsuran yang kamu miliki sekarang. Apakah sudah mencapai 30% total penghasilan? Berapa persen kenaikan gaji yang kamu dapatkan? Apakah jika dikurangi angsuran baru artinya membuat 30% tersebut bertambah atau justru berkurang? Perlu diingat bahwa kondisi keuangan yang sehat salah satunya terlihat dari nominal utang yang tidak lebih dari 30% jumlah penghasilanmu. Jangan sampai susah payah naik gaji jadi sia-sia karena beban utang bukannya berkurang malah makin bertambah lho.

Perihal pinjam dana, selain menengok kondisi keuangan pribadi lebih dulu, kamu juga perlu memilih lembaga pinjaman yang tepat. Tepat dalam artian, memiliki layanan atau tawaran pinjaman yang sesuai kebutuhan. Kalau jumlah pinjamannya kecil dan butuh cepat, kamu bisa mengandalkan fintech legal dan terpercaya yang terdaftar di OJK seperti Kredivo. Kalau jumlahnya besar, bank bisa jadi solusinya. Beberapa fintech kini juga bisa memberikan limit pinjaman hingga dua digit dengan tenor maksimal hingga 6 bulan lho. Kredivo adalah salah satu fintech kredit digital dan pinjaman dana online yang bisa memberikan limit hingga Rp 30 juta bagi pengguna Premium-nya.

Limit yang berbentuk nontunai tersebut nantinya bisa dicairkan oleh pengguna Kredivo secara resmi melalui fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo yang ada di aplikasi. Nggak hanya limitnya yang fantastis untuk ukuran fintech, suku bunga Kredivo juga terbilang rendah: hanya 2,95% per bulan baik untuk pinjaman dana tunai ataupun kredit barang di merchant rekanan seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Samsung, dan masih banyak lagi.

Pergi liburan secara impulsif ke destinasi yang jauh

Boleh aja senang-senang merayakan momen pasca naik gaji, tapi pergi berlibur secara impulsif, terutama ke destinasi yang jauh, sangat tidak disarankan. Sebab utamanya adalah mengingat harga akomodasi travel kalau dipesan dadakan bukan kaleng-kaleng, bisa bikin rekening oleng! Kalau mau berlibur pasca naik gaji, apalagi ke destinasi impian yang cukup jauh, coba rencanakan minimal 6 bulan atau 1 tahun lebih dulu. Sambil adaptasi gaji baru, diiringi dengan menabung atau mencicil akomodasi travelnya. Jadi, ketika hari H liburan tiba, tabungan sudah siap dan semua beban angsuran sudah usai!

Related posts